MOVE ON

Oleh:

Megawati Sugialam

Matahari menyambut, pagi dengan sinarnya yang begitu indah dan terangnya.segera ku menatap ke arah jendela tuk melihat pohon yang indah hijau di penuhi burung-burung yang berkicau seakan menyanyikan sebuah lagu yang merdu,tapi tak semerdu perasaan ku saat itu.
Iya, seperti biasa di pagi hari pas keterbangunan ku tak lupa ku mengecek hp yang ada di dekat ku.langsung ku buka medsos,BBM ,seakan rapuh hancur hati dan perasaan ini ku lihat chat dari dia yang membuat ku meniti kan air mata kehancuran.
Pagi itu,di kampus mendadak muka Mega masam semasamnya.lily saja sampai bingung ada apa gerangan.
“kenapa kamu Meg,?
“tidak kenapa-kenapa”
Yakin kamu? Kamu mandi kan pagi ini?”
Apa-apaan sih kamu li? Ya iyalah aku mandi!”
Ups,maaf, abisnya muka kamu tuh kusut binggo,kenapa sih?”
“Dari pada kamu kepoin urusan aku,mendingan kamu kerja deh tugas yang di berikan pak Firman”“Hah?? Iyakah ada tugas?”
“Ada yang mengenai,fakta dan opini, cepet sana tidak lama lagi masuk.
Mega berjalan melenggang melewati lily,
“Hay li, wajar dong aku labil,umur aku aja belum 20 tahun.sepupu aku noh,udah 21 masih aja suka galau dan labil.kamu jangan mojokin aku dong.kayak kamu tidak pernah galau aja.
“Iya iya, maaf, sensitive banget sih kamu, galau kenapa sih kamu? Alan lagi?
“Iya. Tadi pgi dia chat aku. Sulit li buat lupain dia, meskipun dia sudah tidak sama aku lagi,tetep saja aku masih sakit hati ingat dia. Lihat foto-foto dan chat dia bikin nyeri ulu hati aku li.”
Hmmm, kayaknya kamu ke psikolog deh Meg, masa kamu belum bisa lupain orang yang udah nyakitin kamu, udah ninggalin kamu, udah tidak mikirin kamu lagi. Ayolah Meg, itu udah setahun yang lalu, masa sih kamu ga bisa lupain dia.”

“Li, kamu ga ngerti karena kamu ga ada di posisi aku.coba kalo kamu yang ada di posisi aku.susah Li.”
“Hmmm, bukannya aku sok ngajarin sih Meg, tapi kamu kan manis,imut,dan baik, dan banyak yang suka sama kamu, masa sih kamu mau dan masih menyia-nyiakan waktu yang kamu punya cuman buat orang yang hanya sepintas di hidup kamu. Meg, dengerin aku yah, semua orang pasti pernah sakit hati, semua orang pasti pernah galau, tapi ga semua orang bisa mengatasinya Meg. Masa depan…”
“ Udah ah Li, aku ngomong sama kamu juga kayanya percuma.”

‘Oke Meg, maybe kamu cuman butuh waktu saja.” Lily balik lagi fokus dengan tugasnya, dan menghentikan bisik-bisik tetangga dengan Mega. Sementara Mega pura-pura dengerin pak firman yang sejak jam pertama tadi sebenarnya Mega ga ngerti membahas tentang apa. Berun tung hari ini Lily dan Mega duduk di kursi paling belakang. Jadi kecil kemungkinan ketahuan sama pak firman kalau mereka lagi ngobrol bisik-bisik sambil curhat dan ngegosip gitu.

Kalo dipikir-pikir lily bener juga ya. Masa aku mau galau terus-terusan. Tapi sulit banget buat ngelupain Alan. Hmmm, ntar istrahat aku mau nanya Rahma deh kayanya dia lebih tua,eh salah maksudnya Tau.hehe
“Meg!!!”
“Lily! Kamu bisa nggak sih kalau gak usah teriak-teriak gitu?”
“Hehe, kamu tuh ku panggil dari tadi ga nyahut”
“Loh? Pak Firman mana Li?”
“ yah, udah dari tadi kali bapak keluar,kan jamnya udah habis,yuk kantin lapar nih aku.”
“Ehmm, kamu diluan saja deh, aku mau ke ruangan Rahma dulu.”
“Yakin kamu? Sekalian deh cuci tuh muka,kusut gitu …”
“Iya iya,lama-lama ngeselin kamu tuh.”
Lily langsung pergi sambil tertawa,sementara Mega langsung menuju ke ruangan Rahma.
***

“Lily bener banget Meg, kamu harusnya mulai ngebuka hati kamu. Aku bingung, kerjaan kamu setahun ini galau mulu, kapan kamu bisa move on nya? Ingat Meg bentar lagi kita lulus kuliah,kerja terus nikah misah deh. Masa kamu ma terus-terusan jombloh dan galau, sementara banyak cowok cakep yang ngantri mau jadi pacar kamu malah mau jadi calon imam kamu. Contoh tuh Bang As udah baik pinter dan oranganya pun asyik. Lagian juga kalau kuliahat dia ada rasa deh sama kamu apa nggak sayang tuh. Ayo dong Meg move on. Lagian kamu nggak bisa balikan dengan Alan buat jadi milik kamu lagi. Aku saranin deh, buka kembali otak kamu tuh,buang jauh-jauh Alan. Lama –lama aku sendiri kesel dengar tentang tuh cowok” Rahma bernasihat panjang lebar.maklum dia tuh cerewet orangnya pintar bicara aja tuh dia,dia aja masalah percintaanya nggak jelas gitu,naksir orang tapi belum dapat.hehe
Mega terdiam.sampai mata kuliah selesai, entah ada angin apa, kali ini dia udah ngerasa terbuka otaknya. Lily bener, dia nggak mungkin terus-terusan menyesali dan menginginkan waktu kembali lagi. Begitu, banyak, bahkan ribuan menit dan detik ia habiskan untuk memikirkan Alan yang bahkan Mega pun ga pernah tau kabarnya lagi. Mega juga udah bosan dengan kegalauannya. Mega juga sudah bosan bertahan dengan semua rasa sakit di hatinya. Lama –lama bisa tua dari umur aku kalau sedih terus. Rahma dan lily benar. Hidup aku masih panjang. Mungkin Alan salah satu orang yang dititipkan sebentar untuk memberi warna di hidupku. Aku harus berhenti.
Malamnya Mega Membuang semua yang berhubungan dengan Alan. Semua kontak chat-chat di medsos dan barang-barang yang ngingetin dia sama Alan. Semua foto-foto dia sama Alan, di hapus permanent dari semua gedgetnya. Tak terkecuali semua foto ptint out yang di tempel di dinding kamarnya, SEMUA. Semua kenangannya dulu . semakin Mega ngelihat foto-foto itu semakin nyeri di hati Mega. Dia sangat menyadari , bahkan sesadar-sadarnya. Alan tetap tersimpan dihatinya, entah sampai kapan pun. Tapi semakin yakin juga Mega bahwa semuanya ga akan kembali, seperti kata Lily,Mega harus bisa mengatasi sakit hatinya itu. Setelah semua barang-barang itu di bakar dan sebagian di kubur di belakang rumahnya. Mega membuka laptopnya lagi, membuka semua catatanya selama setahun. Mega membuka document baru,disana ia mengetik.

“Jika aku menyayangimu, itu bukan sepenuhnya salahmu. Tapi itu salahku yang tak pernah mengerti bahwa waktu bisa merubah segalanya.jika aku tetap menyayangimu, itu juga bukan sepenuhnya salahmu, itu hanya salahku yang tak bisa mengerti keadaan. Hanya saja , ternyata waktu kemudian mampu membuatku mengerti akan keadaan. Beribu waktu, menit,jam,bahkan tak terhitung hari kuhabiskan pikiran dan sedihku untuk mencintaimu. Aku tak pernah berhenti, hanya saja aku beristirahat mencoba lebih memahami waktu.”

Mulai membuka yang baru,melupakan,meski masih membekas. Ku temukan sosok yang begitu langkah,melangkah untuk memperbaiki, menghapus masa lalu menyambut masa depan. Semoga sosok yang ada di diri orang itu adalah sosok yang kucari selama ini. Terkadang tuhan tahu,meski aku tak tau,tapi hanya ku yakinkan saja ,kalau suatu saat aku dapat melangkah bersamanya. Bukan hanya sebatas sampai disini tapi insya allah akan sampai sana kelak. Yakin lah rencana Tuhan lebih indah darin apa yang kita bayangkan.percayakan saja, semua cobaan semua ujian akan kita lewati sepahit apaun itu.karena kita adalah manusia takan kalah akan ujian itu.

Semoga tulang rusuk yang hilang selama ini, akan hadir kembali,bersama cerita yang akan menyambut kebahagian.semua yang afa di dalam pikiran di dalam khayalan akan terwujud.ku izinkan engkau memperbaiki apa yang telah hilang melalu kesempurnaan hadirmu di hidupku.
*Thanks you*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: