“Mengapa Harus PGMI”

Oleh: Hisbullah

(Dosen FTIK IAIN Palopo)

Hal yang paling pertama calon mahasiswa jika hendak mendaftar adalah harus memilih jurusan apa. Berbagai macam usaha dalam mencari informasi, baik secara langsung maupun melalui pencarian media sosial.
Namun pada akhirnya pilihan jatuh pada seberapa besar peminat dari jurusan yang dipilih. Muncullah kata jurusan paling keren, banyak peminatnya, dan sebagainya.

Memilih jurusan hanya pada aspek ikut-ikutan yang akhirnya menjerumuskan pada penyesalan. Penyesalan yang dimaksud tidak sesuai bakat & minat yang dimilikinya. Lantas bagaimanakah cara memilih jurusan yang baik?
Kita harus pahami terlebih dahulu apa tujuan kita berkuliah. Ada yang mengatakan bahwa kita berkuliah untuk menambah ilmu, agar menyandang gelar sarjana, dan pada akhirnya dapat pekerjaan yang terbaik. Namun tidak sedikit yang berpendapat setelah sarjana pekerjaan mereka sejajar dengan alumni SMA, bahkan sejajar dengan alumni SMP. Lalu tujuan kita berkuliah untuk apa?

Perlu dipahami bahwa berkuliah sederhananya adalah proses pendewasaan sikap & pola pikir manusia, selanjutx adalah membangun relasi, alasannya jika seseorang telah sarjana akan melekat pada dirinya orang terpelajar, sehingga sikap & perbuatannya akan mencerminkan seorang terpelajar. Mengapa dikatakan membangun relasi?
Ada istilah mengatakan “banyak teman maka banyak rejeki”. Benar, karena tidak ada yg dapat memprediksi masa depan seseorang, semakin banyak teman maka peluang pekerjaan akan semakin luas. Karena tidak semua teman yang biasa-biasa saja sewaktu berkuliah, setelah selesai kehidupannya lebih sukses dari pada teman yang dulunya paling hebat di kelas…

kembali pada bagaimana mencari jurusan yang baik?
sejatinya semua jurusan baik, tergantung siapa yang menjalaninya. Jika pemilihan jurusan dihadapkan pada pencarian lapangan kerja maka sudah pasti jurusan yang kurang peminatnya. Mengapa? karena semakin banyak peminatnya maka akan semakin banyak pula saingan dalam mencari pekerjaan.

Selanjutnya bagaimana yang memilih jurusan PGMI, apakah guru sekarang tidak banyak jumlahnya? bahkan nyaris tidak ada tempat untuk masuk pada bagian honorer. Saya teringat seorang mahasiswi bertanya “bagaimana ya pak jika seorang perempuan yang selesai S1 PGMI tapi cuma jadi IRT?”, spontan saya menjawab bahwa IRT itu adalah sebuah pekerjaan. Lalu saya menambahkan bahwa jika seorang perempuan yang alumni pendidikan menjadi IRT & mampu mendidik anak-anaknya maka dialah guru yang paling sukses.

Lanjut, mengapa harus PGMI? Kita perlu pahami bahwa tak akan ada profesi atau jabatan jika tidak dilatar belakangi oleh didikan seorang guru. Maka sangat jelas guru merupakan ujung tombak keberhasilan suatu negara. Jika dikaitkan dengan agama maka profesi guru merupakan ladang pahala yang sangat besar bagi seorang manusia. Yang tadinya tidak tahu membaca, menulis, penjumlahan, pengurangan, perkalian, & pembagian, setelah diajar guru maka dia tahu semuanya, sehingga sepanjang dia menggunakan ilmunya sepanjang itu pula sang guru akan mendapatkan pahalanya, apa lagi jika ilmunya itu diajarkan lagi ke orang lain maka berlipat gandalah pahala guru tersebut.

Sangat panjang keunggulan profesi guru jika ingin dibahas, sehingga tidak ada alasan tidak memilih jurusan PGMI. Namun menjadi catatan bahwa tidak ada satu profesi atau jabatan seseorang yang tidak dilatar belakangi didikan seorang guru.

Sebagai menutup ada sebuah kalimat yang perna diucapkan oleh pak SBY “Negara yang maju adalah negara yang baik pendidikannya, jika ada suatu negara yang tidak baik pendidikannya maka negera tersebut tidak akan pernah maju”.

#PGMIlebihBAIK..lebihbaikPGMI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: