MEMAHAMI PENDIDIKAN DASAR

Oleh:

Hisbullah

Pendidikan dasar merupakan peletakan pondasi awal bagi peserta didik dalam persekolahan. Inilah yang menjadi alasan munculnya wajar 9 tahun (wajib belajar 9 tahun), yang berlangsung mulai kelas 1 sekolah dasar sampai kelas 3 sekolah menengah pertama.

Fungsi dari pendidikan di tingkat dasar adalah memberikan bekal awal atau penanaman konsep belajar. Dari hal yang kurang tahu menjadi banyak tahu.

Sebenarnya pendidikan di tingkat dasar sangat unik, karena sikap serius, sedih, canda, tawa berkolaborasi menemani hari-hari di persekolahan. Perbedaan budaya, agama, ras dan latar belakang yang berbeda kemudian disatukan dalam satu ruang kelas. Beberapa kepala yang berbeda keinginan dan kebutuhan yang membutuhkan keprofesionalan seorang guru dalam mengolah dan meracik perbedaan tersebut menjadi manusia yang memiliki nilai dan karakter yang baik.

Bagaimana seharusnya cara guru menghadapi perbedaan itu?

Jika melihat dari sudut perkembangan kognitif anak, menurut Teori Jean Piaget ada 4 tahapan perkembangan kognitif anak, yaitu:
1. Sensori motorik (usia 0-2 thn)
2. Pra operasional (usia 2-7 thn)
3. Konkrit operasional (usia 7-11 thn)
4. Formal operasional (usia 11-15 thn)

Jika kita membahas dari awal kelahiran seorang anak maka sebenarnya anak itu bukan seperti botol kosong, karena sejak lahir anak telah dibekali kemampuan yang disebut sensor/insting. Sebagai contoh bayi yang baru lahir jika diletakkan di dada ibunya bayi tersebut akan mengisap-isap sampai dia mendapatkan puting ASI kemudian mengisapnya sampai ASInya keluar. Muncul pertanyaan, apakah bayi tersebut tahu bahwa puting itu jika dihisap akan mengeluarkan ASI? Tentulah jawabannya tidak.

Bayi yang baru lahir dibekali insting untuk beradaptasi dengan lingkungan luar, dan sebagai responnya jika senang mereka akan tertawa sebaliknya jika mereka merasa tidak nyaman maka akan menangis.

Jika kita membahas pendidikan pasa usia sekolah dasar maka perkembangan kognitif tersebut berada pada tahapan konkrit operasional, dimana anak belajar memahami sesuatu dalam bentuk yang nyata. Pernah ada ungkapan mengatakan “jika ingin mengajarkan tentang seekor gajah, maka hadirkanlah gajah itu di dalam kelas”, hal ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya anak itu dibawa kepada hal yang nyata di dalam sebuah pembelajaran, ini berkaitan dengan penggunaan media pembelajaran.

Hal lain yang berkaitan dengan proses pembelajaran dalam kelas bahwa strategi pengajaran pada pendidikan dasar terbagi 2 yaitu pembelajaran pada kelas rendah (kelas 1-3) dan pembelajaran pada kelas tinggi (kelas 4-6). Strategi pembelajaran pada kelas rendah adalah siswa bermain sambil belajar, sedangkan pada kelas tinggi adalah belajar sambil bermain. Mengapa bermain identik dengan pembejaran di pendidikan dasar?

Kita harus pahami bahwa dunia anak adalah dunia bermain, sehingga agar anak senang dalam belajar maka permainan harus dikolaborasikan dalam pembelajaran. Semakin anak diberikan permainan yang menyenangkan dalam pembelajaran maka semakin mereka senang dengan pembelajaran yang diberikan.

Hal lain yang tidak boleh kita lupakan adalah pendidikan dasar merupakan penanaman konsep/pondasi belajar bagi anak, sehingga guru dalam mengajarkan sebuah konsep harus tepat agar tidak terjadi miskonsepsi dikemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: